Cara Mendapatkan Beasiswa untuk Studi Lanjut

Sahabat-sahabat, apakabar? Semoga sehat selalu dan senantiasa dalam lindungan-Nya. aamiin 🙂

Ohya, kali ini dalam #SerialStudiLanjut, saya akan menuliskan tentang bagaimana caranya mendapatkan beasiswa untuk lanjut studi. Susah nggak sih dapet beasiswa?

Berdasarkan pengalaman pribadi, kalau menurut saya… “Sesusah apapun, kalau memang rezekinya, in shaa Allah bisa dapat. Yang penting adalah jangan lupa iringi ikhtiar maksimal kita dengan doa dan keyakinan…” 🙂

Nah, berikut ini ikhtiar-ikhtiar yang perlu kita lakukan, diantaranya …

  1. Rajin-rajin cari informasi beasiswa

Alhamdulillah teknologi saat ini memudahkan kita untuk mengumpulkan informasi seputar beasiswa. Ada beberapa website yang secara berkala menginformasikan seputar beasiswa, baik dalam dan luar negeri, diantaranya http://beasiswa.id/ dan http://www.info-beasiswa.id/. Selain website tersebut, saat ini umumnya penyelenggara beasiswa juga menyediakan informasi secara online yang dapat dengan mudah kita akses, sehingga kita pun dapat dengan mudah mencari informasi melalui website resmi penyelenggara beasiswa misalnya https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/, https://www.aminef.or.id/, http://www.chevening.org/, http://www.australiaawardsindonesia.org/. Alternatif lain, kita juga bisa meng-explore website universitas tujuan kita. Setau saya, sebagian universitas menyediakan informasi seputar kesempatan beasiswa ataupun alternatif sponsor beasiswa apabila kita studi di universitas tersebut. Misalnya di universitas saya belajar saat ini, IIUM menyediakan informasi seputar alternatif bantuan keuangan dan sponsor potensial di halaman ini http://www.iium.edu.my/page/scholarship-and-financial-assistance.

Nah selain dari website, informasi beasiswa juga sebenarnya bisa kita dapatkan dari broadcast media sosial. Jangan segan bertanya kepada teman, kakak kelas, atau pun kerabat, karena bisa jadi mereka memiliki informasi beasiswa yang siap dibagi di handphone mereka 🙂

  1. Tentukan beasiswa yang ingin kita daftar

Dari sekian banyak kesempatan beasiswa yang ada, kita perlu menentukan beasiswa mana yang akan kita coba daftar. Tentu pilihan ini akan bervariasi setiap orang, mempertimbangkan universitas, lokasi, ataupun negara tujuan studi, cakupan beasiswa yang diberikan, tema prioritas pemberi beasiswa dan syarat dan ketentuan yang perlu kita penuhi. Hal ini penting kita lakukan karena bisa jadi ada beasiswa tertentu yang tidak bisa kita ikuti. Misalkan untuk para dosen yang sudah memiliki NIDN, tidak bisa mengajukan beasiswa reguler LPDP, Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Ada program beasiswa yang memang dikhususkan untuk dosen tetap, yaitu Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI).

  1. Persiapkan dan lengkapi persyaratan aplikasi beasiswa

Setelah kita menentukan beasiswa yang ingin kita daftar, segera persiapkan dan lengkapi persyaratan yang diperlukan. Saran saya, buatlah checklist untuk memudahkan dan mengingatkan kelengkapan dokumen dan catatlah tanggal-tanggal penting sehingga kita tidak terlewat. Jika kita ingin melanjutkan studi keluar negeri, biasanya salah satu dokumen yang perlu kita siapkan adalah sertifikat bahasa, baik dalam bentuk IELTS ataupun TOEFL. Bagi teman-teman yang belum pernah mengikuti tes, atau mungkin sudah pernah namun score-nya belum mencukupi, perhitungkan waktu tes dan kapan hasil tes akan keluar.

Dan yang terpenting sahabat2… Jangan lupa Allah. Iringi segala upaya kita tersebut dengan doa dan milikilah keyakinan kuat bahwa semua itu bisa dikabulkan oleh Allah. Dengan berserah diri/tawakkal kepada Allah, kita akan kuat untuk menghadapi segala macam hasil. Termasuk apabila gagal. Jangan bersedih hati kalau aplikasi beasiswa kita ditolak oleh salah satu penyedia beasiswa, karena masih banyak kesempatan lain yang bisa kita coba. Allah sudah takdirkan yang terbaik. Jangan putus asa dengan segala keterbatasan yang ada. Jika ada kemauan untuk belajar, in shaa Allah akan ada jalan.

Alhamdulilllah, Allah perkenankan saya mengeyam bangku pendidikan tinggi S1, S2, dan S3 dengan beasiswa penuh. Bukan karena kemampuan saya, namun semata-mata karena karunia dan izin Allah SWT. Maka mari senantiasa kita luruskan niat menuntut ilmu. Mengutip yang disampaikan Imam Asy Syafi’i, sesungguhnya Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat.

Sampai sini dulu sharing kali ini, in shaa Allah kita sambung di tulisan-tulisan berikutnya. Semoga Allah mudahkan langkah kita untuk senantiasa menuntut ilmu, menjadi yang bermanfaat.

Salaam,
@listianaica

PS. Maaf lama absen menulis karena dunia saya teralihkan dengan penulisan proposal riset. Mohon doanya semoga sidang proposal mendatang lancar dan diberikan kemudahkan oleh Allah 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s